Senin, 20 Juni 2011

Pengertian Diksi

0 komentar

DIKSI

Diksi ialah pilihan kata. Maksudnya, kita memiliki kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur yang sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur sehari-hari.
            Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Di samping itu, pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu.
1.    Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna yang sebenarnya, apa adanya.
Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.
Misalnya:
Rumah                       gedung, wisma, graha
Penonton                  pemirsa, pemerhati
Dibuat                                    dirakit, disulap
Sesuai                       harmonis
Tukang                      ahli, juru
Pembantu                 asisten
Pekerja                       pegawai, karyawan
Tengah                      madia
Makna denotatif dan konotatif berhubungan erat dengan pemakaian bahasa. Makna denotatif ialah arti harfiah suatu kata tanpa ada satu makna kata yang menyertainya. Makna konotatif adalah makna kata yang mempunyai tautan pikiran perasaan, dll yang menimbulkan nilai rasa tertentu.
Dia adalah gadis cantik.
Dia adalah gadis manis.
Sejak dua tahun yang lalu ia membanting tulang untuk memperoleh kepercayaan masyarakat.
2.    Kata Umum dan Kata Khusus
Kata ikan memiliki acuan yang lebih luas dari gurame, mujair, tawes, lele, tuna. Kata ikan merupakan kata umum, sedangkan kata gurame, tuna, lele, merupakan kata khusus.
Kata umum: kata yang memiliki acuan lebih luas, sedangkan kata khusus merupakan acuan lebih sempit daripada kata umum.
3.    Kata Konkret dan Kata Abstrak
Kata konkret: kata yang mudah diterima oleh pancaindra.
Kata abstrak: kata yang sulit diterima oleh pancaindra.
Meja, rumah, mobil, hangat, wangi, suara.
Kesibukan, keinginan, angan-angan,dll.
4.    SINONIM
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama, tetapi bentuknya berlainan.
Agung; besar; raya;
Mati; mangkat; wafat; meninggal;
Cahaya;sinar;
Ilmu; pengetahuan
Penelitian; penyelidikan,
5.    Antonim
Dua kata atau lebih yang memiliki makna berlawanan.
6.    Pembentukan Kata
1.    Pembentukan dari dalam bahasa Indonesia
Tata                Tata bahasa
                        Tata rias
Daya               daya tahan
                        Daya tarik
2.    Pembentukan dari luar bahasa Indonesia
Kita sadar bahwa kosakatabahwa kosakata bahasa Indonesia banyak dipengaruhi oleh bahasa asing. Kontak bahasa memang tidak dapat dielakkan.
a.    Kita mengambil kata dari bahasa asing yang sudah sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia.
Contoh:    bank, opname, golf
b.    Kita mengambil dengan cara menyesuaikan dengan bahasa Indonesia
Contoh:    standard        standar
                  University      universitas
c.    Kita menerjemahkan dan memadankan dengan istilah-istilah asing ke dalam bahasa Indonesia. Yang tergolong ke dalam bentuk ini ialah...
Global warming=pemanasan global
d.    Kita mengambil istilah yang tetap seperti aslinya karena sifat keuniversalannya. Yang termasuk golongan ini ialah de facto, status quo, cum laude, dan ad hoc
e.    Kita dapat juga menyerap kata dari bahasa daerah.
Kuneng, konengà Kuning, kudung (JW)àkerudung
f.     Berikut didaftarkan beberapa kata serapan.
Configuration     —        konfigurasi
List                        —        senarai -- daftar
Pavilion               —        anjungan
Airport                  —        bandara
Editing                 —        penyuntingan
Established         —        mapan
General rehearsal—      geladi bersih
Image                   —        citra
Sophisticated      —        canggih
Take off                —        lepas landas
Gap                       —        kesenjangan
Customer             --          pelanggan
Ungkapan Idiomatik
Ungkapan idiomatik adalah konstruksi yang khas pada suatu bahasa yang salah satu unsurnya tidak dapat dihilangkan atau diganti. Ungkapan idiomatik terdiri atas dua kata atau lebih yang dapat memperkuat diksi.
Contoh: terdiri ... dari/atas, terjadi dari, disebabkan oleh, berbicara tentang, bergantung pada, baik...maupun, antara...dan, bukan....melainkan, tidak...tetapi, dll.

Pendayagunaan, Ketepatan dan Kesesuaian Pilihan Kata
Persoalan pendayagunaan kata pada dasarnya berkisar pada dua persoalan pokok yaitu ketepatan dan kesesuaian pilihan kata.
A.   Ketepatan Pilihan Kata
Ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembicara. Sebab itu, persoalan ketepatan pilihan kata akan menyangkut pula masalah makna kata dan kosa kata seseorang. Kosa kata yang kaya raya akan memungkinkan penulis atau pembicara lebih bebas memilih-milih kata yang dianggapnya paling tepat mewakili pikirannya.
       Persyaratan Ketepatan Pilihan Kata
1.    Membedakan secara cermat denotasi dan konotasi.
Dari dua kata yang mempunyai makna yang mirip satu sama lain ia harus menetapkan makna mana yang akan dipergunakan untuk mencapai maksudnya. Kalau hanya pengertian dasar yang diinginkannya ia harus memilih kata yang denotatif; kalau ia menghendaki reaksi emosiaonal tertentu, ia harus memilih kata konotatif sesuai dengan sasaran yang akan dicapainya itu.
2.    Membedakan dengan cermat kata-kata yang hampir bersinonim.
Seperti telah diuraikan di atas, kata-kata yang bersinonim tidak selalu memiliki distribusi yang saling melengkapi. Sebab itu, penulis atau pembicara harus berhati-hati memilih kata dari sekian sinonim yang ada untuk menyampaikan apa yang diinginkannya, sehingga tidak timbul interpreatsi yang berlainan.
3.    Membedakan kata-kata yang mirip dengan ejaannya.
Bila penulis tidak mampu membedakan kata-kata yang mirip ejaanya itu, maka akan membawa akibat yang tidak diinginkan, yaitu salah paham. Kata-kata yang mirip ejaanya itu misalnya, bahwa—bawah—bawa, karton—kartun, kata—kaya, dsb.
4.    Hindarilah kata-kata ciptaaan sendiri.
Bahasa selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan dalam masyarakat. Perkembangan bahasa pertama-tama tampak dalam penambahan jumlah kosa kata baru. Namun hal itu tidak berarti bahwa setiap orangboleh menciptakan kata sendiri dengan seenaknya. Kata baru biasanya muncul untuk pertama kali karena dipakai oleh orang-orang terkenal atau pengarang terkenal. Bila anggota masyarakat menerima kata itu, maka kata itu akan menjadi milik masyarakat.
5.    Waspadalah terhadap penggunaan akhiran  asing, terutama kata-kata asing yang mengandung akhiran asing. Contoh, favorable—favorit, idiom—idiomatik, progres—progresif, kultur—kultural, dsb.

6.    Kata kerja yang menggunakan kata depan harus digunakan secara idiomatis : ingat akan bukan ingat terhadap; berharap akan, mengharapkan bukan mengharap akan; berbahaya, berbahaya bagi, membahayakan sesuatu bukan membahayakan bagi sesuatu, dsb.
7.    Untuk menjamin ketepatan  diksi, penulis atau pembicara harus membedakan kata umum dan kata khusus. Kata khusus lebih tepat menggambarkan sesuatu daripada kata umum.
Contoh:
a.    Gelandangan itu tertatih-tatih sepanjang trotoar.
b.    Orang miskin itu berjalan perlahan-lahan sepanjang trotoar.
8.    Mempergunakan kata-kata indra yang menunjukkan persepsi yang khusus. Kata-kata menggambarkan pengalaman manusia melalui pancaindra yang khusus, maka tercermin pula daya gunanya dalam membuat deskripsi.
9.    Memperhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal. Macam-macam perubahan makna: perluasan arti, penyempitan arti, ameliorasi, peyorasi.
10. Memperhatikan kelangsungan pilihan kata. Yang dimaksud dengan kelangsungan kata adalah teknik memilih kata yang sedemikian rupa, sehingga maksud atau pikiran seseorang dapat disampaikan secara tepat dan ekonomis.
Contoh:
“Tolong sambungkan telepon Anda dan saya dengan nomor....”
Kalimat di atas akan lebih singkat bila dikatakan “Hubungi saya melalui nomor...”
B.   Kesesuaian Pilihan Kata
Kesesuaian pilihan kata mempersoalkan apakah kita dapat mengungkapkan pikiran kita dengan cara yang sama dalam semua kesempatan dan lingkungan yangkita masuki. Kesesuaian pilihan kata berkaitan dengan suasana yang melingkupi pengguna bahasa.
Persyaratan Kesesuaia Pilihan kata
1.    Hindarilah sejauh mungkin bahasa atau unsur nonstandar dalam situasi yang formal.
2.    Gunakanlah kata-kata ilmiah dalam situasi yang khusus saja. Dalam situasi yang umum hendaknya penulis dan pembicara mempergunakan kata-kata populer.
3.    Hindarilah jargon dalam tulisan untuk pembaca umum.
4.    Penulis atau pembicara sejauh mengkin menghindari pemakaian kata-kata slang.
5.    Hindarilah kata percakapan.
6.    Hindarilah ungkapan-ungkapan  usang.
7.    Jauhkan kata-kata atau bahasa yang artifisial (disusun secara seni).



Latihan
1.    Ia menghadapkan ke hadapan kami seseorang yang dicurigai.
2.    Mereka melakukan pemeriksaan atas ujian-ujian masuk sekolah.
3.    Saya merasa sangat berkeberatan atas uang sekolah yang ditetapkan tahun ini.


4.    Ia menemukan sesuatu penemuan yang akan membawa kegunaan yang besar bagi umat manusia.







Leave a Reply

Labels